Ekologi Industri : Pencemaran Tanah dan Contoh Dampak Pencemaran Tanah Yang Ditimbulkan Berdasarkan Jenis Industri

Pencemaran Tanah Landfill.jpg

Tanah dan makhluk hidup yang hidup di atasnya mempunyai hubungan yang sangat erat. Tanah memberikan sumber daya yang berguna bagi kelangsungan makhluk hidup. Tanah juga merupakan habitat alamiah bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Sudah seharusnya manusia selalu menjaga dan memelihara kualitas tanah untuk mempertahankan kesejahteraan hidup. Dapat dikatakan bahwa hidup manusia tergantung dari tanah.

Begitu pentingnya peran tanah bagi kelangsungan hidup kita manusia dan makhluk hidup lainnya, tetapi masih banyak kita lihat masyarakat yang sering membuang sampah (limbah) disembarang tempat baik itu di sekolah, di jalan, di rumah maupun di kantor. Berbagai macam sampah yang kita buang tersebut dapat berasal dari bahan organik dan bahan anorganik maupun bahan berbahaya beracun. Besarnya limbah buangan itu sebanding dengan kepadatan atau besarnya jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah. Banyaknya limbah yang dihasilkan di perkotaan jauh lebih besar daripada di pedesaan, limbah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang jauh lebih besar daripada limbah yang dihasilkan kota-kota lain yang lebih kecil.

Kegiatan manusia, seperti perusakan hutan dan pertanian ladang berpindah memengaruhi kualitas tanah. Terkontaminasinya tanah oleh zat kimia dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran air tanah. Jika tidak segera dihentikan, hal ini akan menimbulkan kerusakan tanah, bahkan dapat menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia.

Apa itu Pencemaran Tanah?

Pencemaran tanah merupakan pencemaran yang disebabkan oleh masuknya polutan yang berupa zat cair atau zat padat ke dalam tanah. Bahan cair yang berupa limbah rumah tangga, pertanian, dan industri ini akan meresap masuk ke dalam tanah. Bahan-bahan ini akan membunuh mikroorganisme di dalam tanah. Jika makhluk hidup tersebut merupakan bakteri pengurai, penyediaan humus akan berkurang serta sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mati tidak akan terurai lagi menjadi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Keadaan ini membuat petani harus memberikan pupuk buatan yang begitu mahal untuk kesuburan tanamannya, padahal dengan memberikan pupuk tersebut, unsur hara dalam tanah juga akan ikut terbunuh lagi. Pencemaran tanah ini pun memengaruhi kandungan air tanah secara langsung. Biasanya beberapa jenis bakteri dan bahan partikel lainnya yang mencemari permukaan tanah dapat tersaring sehingga air tanah menjadi cukup bersih. Akan tetapi, jika pencemarannya sangat berat dan melebihi kapasitas filtrasi tanah, polutan tersebut akan mencemari air tanah dan sulit untuk diperbaiki.

Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapatberdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Gejala pencemaran tanah dapat diketahui dari tanah yang tidak dapat digunakan untuk keperluan fisik manusia. Tanah yang tidak dapat digunakan, misalnya tidak dapat ditanami tumbuhan, tandus dan kurang mengandung air tanah.

 

Tanah Tercemar dan Tidak Tercemar

  1. Tanah Tercemar

Jumlah jenis jenis tanah yang mengalami pencemaran di dunia ini semakin bertambah dan hal ini tidak lain karena kaitannya dengan majunya dunia industri sehingga makin banyak pabrik dan berbagai polusi di dunia. pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat juga memiliki peran penting bagi peningkatan jumlah pencemaran tanah ini. di Indonesia sendiri pun jumlah tanah yang sudah tercemar sudah sangat luas dan juga mengandung berbagai zat kimia di dalamnya sehingga julukan Indonesia kaya akan tanah yang subur sekarang ini sudah menjadi gersang dan kering karena adanya pencemaran tanah.

Nah, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari tanah yang mengalami pencemaran antara lain adalah:

  • Tanah yang sudah hilang kesuburannya
  • Ph tanah yang sudah tidak seimbang lagi bisa dibawah 6 atau pada golongan tanah asam serta terlalu tinggi ph di atas 8 sehingga tanah tersebut menjadi basa
  • Tanah mengeluarkan bau busuk
  • Tanah kering
  • Tanah yang mengandung berbagai kandungan logam berat di dalamnya
  • Tanah yang mengandung berbagai sampah anorganik di dalamnya

2.   Tanah Tidak Tercemar

Pada tanah yang tidak mengalami pencemaran adalah tanah yang masih ada unsur-unsur tanah didalamya dalam kadar yang wajar. Di dalam tanah ini juga tidak mengandung zat yang dapat merusak unsure hara tanah tersebut serta yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat di dalamnya. tanah ini merupakan tanah yang sangat baik dan aman bagi kehidupan manusia. Dengan tanah yang tidak tercemar ini juga bisa menjadi lahan pertanian yang sangat bagus.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari tanah yang tidak tercemar:

  • Tanahnya subur
  • Ph tanah normal tidak terlalu asam dan basa atau yang berada pada antara ph 6 dan 8 saja tidak kurang dan tidak lebih.
  • Tanah tidak mengeluarkan bau busuk
  • Tanah tidak kering, gempal dan gembur yang normal
  • Paling utama adalah tidak mengandung berbagai logam berat
  • Tanah tidak mengandung sampah anorganik yang tidak mampu diuraikan oleh microorganism tanah yang alami

 

 

Komponen – Komponen Bahan Pencemaran Tanah

  1. Limbah Domestik

Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.

1.1. Limbah padat berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat,   keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian. Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.

1.2. Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.

 

  1. Limbah Industry

Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri.

2.1 Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll.

2.2 Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. Merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

  1. Limbah pertanian

Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.

pencemaran-tanah-akibat

 

pencemaran sawah
Pencemaran Tanah Akibat Pertanian

 

Dampak yang ditimbulkan oleh Pencemarah Tanah

Berbagai dampak ditimbulkan akibat pencemaran tanah, diantaranya:

  1. Dampak Pada kesehatan

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Adapun berbagai jenis resiko polutan dan penyakitnya adalah sebagai berikut ini:

  • Kromium, yang merupakan zat kimia yang digunakan dalam berbagai pestisida dan juga herbisida ini mampu membuat munculnya dampak karsinogenik pada semua populasi bukan hanya untuk spesies manusia saja namun juga makhluk hidup lainnya.
  • Zat timbale, ini sangat berbahaya jika terlalu banyak terpapar ke dalam tubuh karena dapat mengakibatkan peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan kerusakan otak.
  • Benzene, jika tubuh terus menerus mengalami paparan benzene dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering maka bisa meningkatkan terkena penyakit leukemia atau kanker darah. tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.
  • Merkuri, tubuh yang terlalu sering mendapatkan paparan dari zat ini akan sangat mudah mengalami gangguan pada organ ginjalnya bahkan ada beberapa penyakit juga yang tidak bisa diobati karena zat ini.
  • Sikoldenia, zat ini memicu timbulnya infeksi dan gangguan pada fungsi organ hati
  • Karmabat, yang mampu membuat gangguan pada saraf otot sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam bergerak,
  • Klorin, zat cair yang mengandung klorin ini sangat berbahaya bagi tubuh karena mengganggu fungsi kinerja dari organ hati dan ginjal serta menyebabkan gangguan pada saraf pusat di dalam otak.
  • Selain dampak pada kesehatan yang telah disebutkan di atas, dampak pada kesehatan lainnya yang akan dirasakan oleh para penderitanya antara lain adalah gangguan pada penglihatan, pendengaran, ruam pada kulit, pusing, letih, lelah, dan gejala penyakit lainnya. apabila terjadi dosis yang sangat besar pada paparan pencemaran ke dalam tubuh bahkan bisa berakibat fatal pada kematian.
  1. Dampak pada ekosistem

Dampak lainnya yang timbul dari adanya pencemaran tanah ini adalah dampak pada ekosistem yang telah ada. Tanah merupakan bahan yang sangat sensitive dan sangat mudah mengalami perubahan kandungan kimiawi dan struktur di dalamnya meskipun itu hanya sedikit saja jumlah dari zat kimia yang masuk ke dalam tanah. perubahan kandungan kimia di dalam tanah ini akan mengakibatkan perubahan metabolisme pada organism yang hidup di dalam tanah. akibat dari hal ini tidaklah sepele yaitu bisa memicu adanya putusnya rantai makanan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? jadi rantai makanan primer jika sudah terkontaminasi oleh pencemaran juga akan mempengaruhi rantai makanan yang ada di atasnya sehingga ini bisa memunsnahkan rantai makanan. Misalnya saja pengaruh zat DDT pada tanah yang di atasnya ditumbuhi oleh tanaman yang menjadi makanan burung maka telur dari burung tersebut akan menjadi rawan pecah.

Selain itu dengan adanya pencemaran tanah ini juga dapat menimbulkan zat kimia masuk ke dalam air tanah sehingga membuat berbagai jenis tumbuhan akan sulit tumbuh di atasnya. Kesuburan tanah pun akan menghilang dan ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.

  1. Dampak pada pertanian

Dampak pencemaran tanah pada pertanian akan dapat terlihat jelas terutama pada perubahan metabolisme tanaman dan akhirnya dapat terlihat langsung dari adanya penurunan hasil pertanian itu sendiri. Pencemaran tanah ini juga akan mengakibatkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga tanah juga menjadi rawan mengalami erosi tanah karena tidak ada penahannya lagi. Jika tanah mengalami pencemaran dalam jangka waktu yang lama maka bisa menyebabkan tanah tercemar secara permanen sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai lahan pertanian. Untuk itu sebaiknya para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida dalam jumlah yang berlebihan pada tanamannya karena ternyata bukan hanya membunuh hama namun juga membuat pencemaran di dalam tanah.

 

 

Cara Pencegahan Dan Penanggulangan Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah dapat memberikan dampak yang sangat buruk bagi lingkungan dan makhluk hidup yang ada disekitarnya. Tanah yang tercemar dapat mengganggu kesuburan tanah dan membunuh organisme yang ada di tanah. Tanah yang sudah tercemar ditandai dengan kondisi tanah yang tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan fisik manusia seperti untuk pertanian. Tanah tidak dapat lagi ditumbuhi tumbuhan karena unsur hara/nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuhan tidak ada lagi dalam tanah. Biasanya tanah yang tercemar terlihat tandus dan gersang serta kurang mengandung air tanah. Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah, tentunya perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap hal tersebut sedini mungkin. Adapun cara pencegahan dan penanggulangan pencemaran tanah yaitu sebagai berikut:

  • Pencegahan

cropped-3r-logo2.png

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran tanah yaitu:

  1. Sebelum dibuang ke tanah senyawa sintetis seperti plastik sebaiknya diuraikan lebih dahulu, misalnya dengan dibakar.(Reduce)
  2. Untuk bahan-bahan yang dapat didaur ulang, hendaknya dilakukan proses daur ulang, seperti kaca, plastik, kaleng, dan sebagainya.(Reuse)
  3. Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
  4. Sebelum dibuang, sampah harus dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang cepat busuk dan dapat didaur ulang menjadi kompos. Sampah anorganik seperti plastik, baterai, dan kaleng bekas, tidak dapat diurai oleh mikroorganisme sehingga harus dipisahkan.(Recycle)
  5. Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah, tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan.
  6. Penggunaan pestisida dengan dosis yang telah ditentukan.
  7. Penggunaan pupuk anorganik secara tidak berlebihan pada tanaman.
  8. Untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian tanaman, karena tanaman dapat menyerap air, seresah dedaunan yang dihasilkan dapat menyerap dan menahan air, serta perakarannya dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah tererosi.
  • Penanggulangan

Tanah yang telah terkontaminasi oleh berbagai jenis polutan dapat dipulihkan dengan metode pengolahan yang disebut dengan remidiasi. Remidiasi yaitu kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah. Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui diantaranya:

  • Jenis pencemar (organik atau anorganik), terdegradasi atau tidak, berbahaya atau tidak.
  • Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut.
  • Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfat (P).
  • Jenis tanah.
  • Kondisi tanah (basah, kering).
  • Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi tersebut.
  • Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda).
  1. Remediasi in situ

Remediasi in situ adalah pembersihan atau  pengolahan tanah terkontaminasi di lokasi. Remediasi in situ lebih murah dan lebih mudah dengan konversi biologi dan kimia, pemisahan daerah terkontaminasi agar tidak mencemari lingkungan lainnya.

     2. Remediasi ex situ

Remediasi ex situ adalah pengolahan tanah terkontaminasi digali dan diolah di suatu unit pengolahan antara lain, dapat dilakukan dengan cara memisahkan bahan pencemar dengan tanah, penguraian kontaminan dengan mikroba, pemanfaatan energi panas yang dapat menguapkan kontaminan dari tanah, dan ekstraksi kontaminan dari tanah. Remediasi ex situ ini jauh lebih mahal dan rumit.

3. Fitroremediasi

Fitoremediasi adalah teknologi pembersihan, penghilangan atau pengurangan polutan berbahaya, seperti logam berat, pestisida, dan senyawa organik beracun dalam tanah atau air dengan menggunakan bantuan tanaman (hiperakumulator plant).

4. Bioremediasi

Bioremediasi merupakan proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Proses bioremediasi harus memperhatikan temperatur tanah, ketersediaan air, nutrien (N, P, K), perbandingan C : N kurang dari 30 : 1, dan ketersediaan oksigen.

The-simple-process-of-bioremediation-300x183

Contoh Dampak Pencemaran Tanah yang ditimbulkan berdasarkan Jenis Industri
  1. Limbah Industri Pangan

Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan antara lain ; tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut). Limbah usaha kecil pangan dapat menimbulkan masalah dalam penanganannya karena mengandung sejumlah besar karbohidrat, protein, lemak , garam-garam, mineral, dan sisa-sisa bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan dan pembersihan. Sebagai contohnya limbah industri tahu, tempe, tapioka industri hasil laut dan industri pangan lainnya, dapat menimbulkan bau yang menyengat dan polusi berat pada air bila pembuangannya tidak diberi perlakuan yang tepat.

Air buangan (efluen) atau limbah buangan dari pengolahan pangan dengan Biological Oxygen Demand ( BOD) tinggi dan mengandung polutan seperti tanah, larutan alkohol, dan panas Apabila efluen dibuang langsung ke suatu perairan akibatnya menganggu seluruh keseimbangan ekologik dan bahkan dapat menyebabkan kematian ikan dan biota perairan lainnya.

  1. Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan

Industri kimia seperti alkohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air sangat besar, mengakibatkan pula besarnya limbah cair yang dikeluarkan kelingkungan sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena didalamnya terkandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik terlarut maupun tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses fermentasi berlangsung.

Industri ini mempunyai limbah cair selain dari proses produksinya juga, air sisa pencucian peralatan, limbah padat berupa onggokan hasil perasan, endapan CaSO4, gas berupa uap alcohol, kategori limbah industri ini adalah limbah bahan beracun berbahayan (B3) yang mencemari air dan udara.

Gangguan terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan efek bahan kimia toksik :

  1. Keracunan yang akut, yakni keracunan akibat masuknya dosis tertentu kedalam tubuh melalui mulut, kulit, pernafasan dan akibatnya dapat dilihat dengan segera, misalnya keracunan H2S, CO dalan dosis tinggi. Dapat menimbulkan lemas dan kematian.
  2. Keracunan kronis, sebagai akibat masuknya zat-zat toksis kedalam tubuh dalam dosis yang kecil tetapi terus menerus dan berakumulasi dalam tubuh, sehingga efeknya baru terasa dalam jangka panjang misalnya keracunan timbal, arsen, raksa, asbes dan sebagainya.

Industri fermentasi seperti alkohol disamping bisa membahayakan pekerja apabila menghirup zat dalam udara selama bekerja apabila tidak sesuai dengan Threshol Limit Valued (TLV) gas atau uap beracun dari industri juga dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.

Kegiatan lain sektor ini yang mencemari lingkungan adalah industri yang menggunakan bahan baku dari barang galian seperti batako putih, genteng, batu kapur/gamping dan kerajinan batu bata. Pencemaran timbul sebagai akibat dari penggalian yang dilakukan terus-menerus sehingga meninggalkan kubah-kubah yang sudah tidak mengandung hara sehingga apabila tidak dikreklamasi tidak dapat ditanami untuk ladang pertanian.

  1. Limbah Industri Sandang Kulit & Aneka Kerajinan

Sektor sandang dan kulit seperti pencucian batik, batik printing, penyamakan kulit dapat mengakibatkan pencemaran karena dalam proses pencucian memerlukan air sebagai mediumnya dalam jumlah yang besar. Proses ini menimbulkan air buangan (bekas proses) yang besar pula, dimana air buangan mengandung sisa-sisa warna, BOD tinggi, kadar minyak tinggi dan beracun (mengandung limbah B3 yang tinggi).

  1. Limbah Industri Logam & Ekektronika.

Bahan buangan yang dihasilkan dari industri besi baja seperti mesin bubut, cor logam dapat menimbulkan pemcemaran lingkungan. Sebagian besar bahan pencemarannya berupa debu, asap dan gas yang mengotori udara sekitarnya. Selain pencemaran udara oleh bahan buangan, kebisingan yang ditimbulkan mesin dalam industri baja (logam) mengganggu ketenangan sekitarnya. kadar bahan pencemar yang tinggi dan tingkat kebisingan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan manusia baik yang bekerja dalam pabrik maupun masyarakat sekitar.

Walaupun industri baja/logam tidak menggunakan larutan kimia, tetapi industri ini mencemari air karena buangannya dapat mengandung minyak pelumas dan asam-asam yang berasal dari proses pickling untukmembersihkan bahan plat, sedangkan bahan buangan padat dapat dimanfaatkan kembali.

Bahaya dari bahan-bahan pencemar yang mungkin dihasilkan dari proses-proses dalam industri besi-baja/logam terhadap kesehatan yaitu :

  1. Debu, dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas
  2. Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah, ketegangan otot, menurunya kewaspadaan, konsentrasi pemikiran dan efisiensi kerja.
  3. Karbon Monoksida (CO), dapat menyebabkan gangguan serius, yang diawali dengan napas pendek dan sakit kepala, berat, pusing-pusing pikiran kacau dan melemahkan penglihatan dan pendengaran. Bila keracunan berat, dapat mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan kematian.
  4. Karbon Dioksida (CO2), dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian sakit kepala, pusing-pusing, nafas pendek, otot lemah, mengantuk dan telinganya berdenging.
  5. Belerang Dioksida (SO2), pada konsentrasi 6-12 ppm dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, peradangan lensa mata (pada konsentrasi 20 ppm), pembengkakan paru-paru/celah suara.
  6. Minyak pelumas, buangan dapat menghambat proses oksidasi biologi dari sistem lingkungan, bila bahan pencemar dialirkan keseungai, kolam atau sawah dan sebagainya.
  7. Emisi, dapat mengganggu pernafasan, menghalangi pandangan, dan bila tercampur dengan gas CO2, SO2, maka akan memberikan pengaruh yang menbahayakan seperti yang telah diuraikan diatas.

 

Contoh Teknologi untuk mengatasi Pencemaran Tanah

Mahasiswa IPB Gunakan Tanaman Azolla Untuk Kurangi Pencemaran Logam Berat

Tugas isal.PNG

TRIBUNNEWSBOGOR.COM – Sebuah penelitian mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan sebuah inovasi untuk mengatasi pencemaran limbah berat.

Para mahasiswa itu adalah Aufa Zinda F, Alifda Qunur A, Ziyadatul Ulumil Adi Paoernomo  dari Fakultas Pertanian dan Ridho Aaraasy (Fakultas Teknologi Pertanian) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P).

Judul penelitian yang mereka angkat adalah “TABS (Teknologi Azolla sp. dan Bakteri Pereduksi Sulfat) sebagai Bioremediasi Air Asam Tambang”

“Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah akibat hasil tambang dengan menggunakan tanaman azolla dan bakteri pelarut sulfat. Sehingga nanti diharapkan keduanya mampu mengurangi kadar logam berat pada air asam tambang,” ujar Aufa Zinda dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Aufa menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara terbanyak di dunia.

Tahun 2005 Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai pengekspor batubara.

Sektor tambang mempunyai dampak sebagai sumber kemakmuran dan pembangunan negara, namun di sisi lain dampak lingkungan menjadi hal yang paling utama.

Dia juga mengatakan, tingginya pencemaran logam berat di Indonesia sudah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, sehingga pentingnya pengendalian logam berat untuk mencegah kerusakan ekosistem lingkungan.

Isu tentang bahaya pencemaran logam berat tersebar luas di masyarakat luas, dan kenyataan benar bahwa logam berat dapat merusak tubuh dan lingkungan.

Bioremediasi merupakan salah satu cara yang diterapkan guna mengurangi pencemaran logam berat dengan bantuan mikoorganisme, tanaman hijau atau enzim yang dihasilkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan normal.

 

“Kelompok mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk bioremediasi ini yaitu azolla dan bakteri pereduksi sulfat (BPS),” ujarnya.

Azolla memiliki kemampuan untuk membersihkan logam-logam berat (Hg dan Cr) dalam air dan mengakumulasikannya dalam jaringan sehingga air menjadi murni.

Sedangkan BPS mampu melakukan metabolisme sulfat dan mereduksinya menjadi gas Hidrogen Sulfida (H2S).

Sehingga keduanya dapat dijadikan filter di sekitar tambang batubara sebelum air bekas tambang dialirkan ke aliran sungai.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Tanah, dan Laboratorium Kimia Tanah, IPB.

“Tanaman yang kami gunakan dipilih yang mempunyai ukuran relatif sama. Masing-masing tanaman dimasukkan ke dalam kolam percobaan yang telah berisi media air asam tambang. Kemudian nanti dilakukan pengukuran berdasarkan parameter penelitian,” kata Aufa.

Hingga saat ini Aufa dan tim masih dalam tahapan menyelesaikan penelitian ini.

Mereka berharap dengan adanya kombinasi azolla dengan bakteri pereduksi sulfat dapat mengatasi limbah pasca tambang dan mampu bekerja secara efisien dalam menanggulangi permasalahan air asam tambang.

 

Studi Kasus

Pencemaran Timbal di Bogor Ditangani KLH

SS Studi Kasus

Pencemaran pada lapisan tanah di Cinangka tersebut mencapai 10.000 ppm, jauh melebihi standar batas yang ditetapkan WHO.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan melakukan penelitian lebih lanjut bersama instansi terkait untuk pembersihan logam berat yang mengontaminasi tanah di Desa Cinangka, Ciampea, Bogor, Jawa Barat.

Asisten Deputi Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya KLH Wiryono menyatakan, bahwa akan melakukan penelitian lebih lanjut bersama instansi terkait untuk pembersihan logam berat yang mengontaminasi tanah di Desa Cinangka, Ciampea, Bogor.

Pencemaran timbal (timah hitam) pada lapisan tanah di Cinangka tersebut mencapai 10.000 ppm, jauh melebihi standar batas yang ditetapkan WHO, yakni 400 ppm. Konsentrasi ini dapat bertahan dalam jangka panjang karena timbal tidak mengalami degradasi.

Pencemaran terjadi akibat aktivitas peleburan aki dari baterai kendaraan yang beroperasi di sana selama puluhan tahun. Menurut Kepala Desa Cinangka Sholeh Mansur, aktivitas peleburan aki ditutup sejak beberapa tahun lalu. Namun, limbahnya dibuang dan ditimbun di lapangan seberang kantor desa yang sering menjadi tempat bermain anak-anak sekolah.

“Saat ini kami masih mendiskusikan apakah sudah darurat sehingga harus dilakukan. Kami juga tengah mempersiapkan survei dengan pakar,” kata Wiryono.

 

 

 

Sumber dan Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah

^Michael Hogan, Leda Patmore, Gary Latshaw and Harry Seidman das ist alles scheisse Computer modeling of pesticide transport in soil for five instrumented watersheds, prepared for the U.S. Environmental Protection Agency Southeast Water laboratory, Athens, Ga. by ESL Inc., Sunnyvale, California (1973)

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/pencemaran-tanah

http://ilmulingkungan.com/cara-pencegahan-dan-penanggulangan-pencemaran-tanah/

      ^Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Suwarno. 2002. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

http://ilmulingkungan.com/apa-itu-pencemaran-tanah-dan-penyebab-terjadinya/

^Firmansyah R, Mawardi AH, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Kistinnah I, Lestari ES. 2006. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

^Suwarno. 2002. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

https://pollutiononmyearth.weebly.com/pencemaran-tanah.html

http://putrarajawali76.blogspot.co.id/2012/09/pencemaran-tanah-oleh-limbah-industri.html

^http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-tanah/cara-pencegahan-dan-          penanggulangan-bahan-pencemar-tanah/
^http://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-pencemaran-tanah/
^http://dipterocarpa.blogspot.com/2005/05/dampak-limbah.html

http://www.academia.edu/8801054/Pencemaran_Tanah_Akibat_Industri

http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/pencemaran-timbal-di-bogor-ditangani-klh

 

 

 

Tugas Ekologi Industri : Membuat Blog dengan Materi yang sudah dipiliih

Dosen : A.Malik Firdaus

Nama : Faisal Atthariq / 1201174177

Advertisements

8 thoughts on “Ekologi Industri : Pencemaran Tanah dan Contoh Dampak Pencemaran Tanah Yang Ditimbulkan Berdasarkan Jenis Industri

  1. Postingan ini sangat membantu untuk lebih memahami apa pengertian dari pencemaran tanah, dampak dari pencemaran tanah hingga solusi mengatasi pencemaran tanah. Namun saya ingin bertanya mengenai solusi tentang senyawa sintetis yang sebelum dibuang ke tanah diuraikan lebih dahulu dengan dibakar, hal ini iya dapat mengurangi pencemaran tanah, akan tetapi jika dibakar bisa berefek lain yakni asapnya sebagai pemicu pencemaran udara. Bagaimana menurut pendapat anda, apakah solusi efektif untuk dilakukan?

    Like

    1. Terimakasih atas masukannya

      Dalam kasus ini solusi tersebut bisa menjadi efektif bisa tidak. hal ini memilki faktor yaitu kandungan dan kadar senyawa sintetis sampah.

      Setelah sampah dibakar, agar asapnya tidak menjadi pencemar udara. maka asapnya dapat diserap oleh tumbuhan-tumbuhan tertentu atau asapya dapat diminimalisir baunya dengan Biji Kopi atau Ragi Pelapuk kayu

      Yang terbaik adalah minimalisirkan penguraian dengan memilih sampah sampah yang dapat diurai oleh mikro dan makro organisme tanah dan mendaur ulang sampah tersebut menjadi layak guna

      Like

  2. artikelnya cukup lengkap sekali disertai juga dengan studi kasusnya, sangat bermanfaat bagi saya dan semoga bagi yang lainnya juga ya. Mau bertanya nih, kalau suatu daerah sudah tercemar dengan sampah yang ditimbun dan menimbulkan bau menyengat bagaimana cara untuk tidak bau lagi dan kembali bersih?

    Like

    1. Terimakasih atas masukannya

      Dalam kasus ini menghilangkan bau sampah yang ada di tempat yang tercemar sampah dapat menggunakan ampas kopi. Hal ini dilakukan oleh warga sekitar TPA rawa kucing (http://www.tribunnews.com/metropolitan/2015/02/28/warga-sekitar-tpa-rawa-kucing-hilangkan-bau-busuk-sampah-dengan-ampas-kopi) dan menggunakan fungi pelapuk kayu (http://suwardihagani.blogspot.co.id/2016/01/menghilngkan-bau-sampah-pasar.html)

      Liked by 1 person

  3. blognya bagus, rapi dan sangat lengkap, saya mau bagaimana sebaiknya tindakan kita untuk mengajak teman atau masyarakat agar peduli dengan alam? terutama dgn kesuburan tanah

    Like

    1. Terimakasih atas masukannya

      Sebaiknya kita melakukan ajakan agar peduli dengan alam dengan cara mulai dari kita sendiri melakukan kepedulian dengan mengolah pupuk organik, tidak menimbun sampah anorganik, dan tidak buang sampah sembarangan (dalam hal ini menyinggung kesuburan tanah). Kemudian ajak teman atau masayarakat dengan ajakan dan mengadakan yang baik serta kreatif

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s