Ekologi Industri : Environmental Management System

Buku_ISO14001_2015.png

Environmental Management System merupakan sistem dalam memanajemen lingkungan yang didalamnya berupa perencanaan yang sengaja dibuat untuk memperbaiki cara kita mengelola lingkungan dan sebagainya. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Lingkungan adalah Sekeliling area operasi organisasi yang mencakup udara, air, tanah, sumber daya, tumbuhan, hewan, manusia, dan keterkaitannya. ISO 14001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan, yaitu : Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengontrol organisasi berkaitan dengan lingkungan. Sehingga sistem manajemen lingkungan merupakan bagian dari seluruh system manajemen yang mencakup struktur organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, pencapaian, peninjauan dan pemeliharaan kebijakan lingkungan.

Dari penjabaran secara kompleks pengertian sistem dan manajemen di atas maka akan timbul beberapa pertanyaan. Apakah itu sistem manajemen lingkungan? Apa tujuan adanya sistem manajemen lingkungan? Adakah keuntungan yang diperolah dari sistem manajemen lingkungan? Bagaimana cara penerapan sistem manajemen lingkungan? Ditujukan kepada siapa sistem manajemen lingkungan dibuat? Dan masih ada beberapa pertanyaan yang mendasari tentang sistem manajemen lingkungan ini. Berikut ada beberapa jawaban dari pertanyaan di atas yang dapat membantu kita untuk memahami peran adanya sistem manajemen lingkungan.

1.  Environmental Management System

Environmental Management System dalam bahasa Indonesia memiliki arti Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Sistem Manajemen Lingkungan merupakan ilmu yang di dalamnya merupakan sebuah atau banyak rencana-rencana yang dibuat untuk perencanaan mau dibawa kemana kondisi lingkungan atau nasib lingkungan kita yang akan mendatang. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Environmental Management System atau Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Ada beberapa macam pengertian Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan sumber-sumber yang berbeda, diantaranya;

Sistem Manajemen Lingkungan merupakan bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, dan sumber daya untuk mengembangkan, mengimplementasikan, mencapai, mengevaluasi dan memelihara kebijakan lingkungan. Lingkungan adalah Sekeliling area operasi organisasi yang mencakup udara, air, tanah, sumber daya, tumbuhan, hewan, manusia, dan keterkaitannya.

Sistem Manajemen Linkungan memiliki beberapa poin penting didalamnya, yaitu bersifat dinamis dan selalu berkembang, melibatkan semua orang, setiap komponen saling ketergantungan, terintegrasi ke dalam sistem manajemen organisasi, konsistensi dalam kegiatan dan perilaku, standar operasi, mencerminkan visi jangka panjang dan kegiatan jangka pendek.

Manajemen Lingkungan adalah segala aktifitas atau kegiatan dengan memanfaatkan SDA dan SDM untuk mencapai tujuan tertentu. Kalau dalam versi englishnya, Environment Management System is part of an organization’s management system used to develop and implement its environmental policy and manage its environmental aspects.

Sistem Manajemen Lingkungan adalah “The part of the overall management system which includes organizational structure planning, activities, responsibilities, practices, procedures, process, and resources for developing, implementing, achieving, reviewing, and maintaining the environmental policy”.

Dalam ISO 14001 yang mengatur tentang SML mewajibkan kita untuk mengidentifikasi banyaknya aspek yang mempengaruhi suatu lingkungan baik di lingkungan internal ataupun di lingkungan eksternal dalam suatu lokasi kegiatan. Aspek / aspect dapat didefinisikan sebagai suatu bagian atau komponen dari kegiatan dalam proses produksi atau kegiatan lainnya yang berinteraksi atau berhubungan dengan lingkungan.Kalau ada aspek pasti ada dampak / Impacts, definisinya adalah segala aktifitas atau kegiatan produksi yang berakibat perubahan terhadap lingkungan baik yang menguntungkan atau merugikan.

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) menurut ISO 14001 (butir 3.5) didefinisikan sebagai bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang termasuk di dalamnya struktur organisasi, aktivitas perencanaan (practices), prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, implementasi, pencapaian, reviewing, serta mempertahankan atau penetapan kebijakan lingkungan.

ISO 14001 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan, yaitu : Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengontrol organisasi berkaitan dengan lingkungan.

Sistem Manajemen Lingkungan ialah sebuah siklus yang berkelanjutan dari perencanaan, pelaksanaan, pengkajian ulang dan perbaikan langkah yang diambil oleh organisasi untuk mencapai kesesuaian dengan peraturan perundangan lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan menyediakan keinginan dan konsistensi dari organisasi untuk mengarahkan perhatian lingkungan terhadap pengalokasian sumber daya, pembagian tanggung jawab dan evaluasi berkelanjutan dari penerapan, proses dan prosedur.

Keperluan (requirement) dalam SML (menurut ISO 14001) termasuk di antaranya adanya kebijakan lingkungan (environmental policy), perencanaan, implementasi serta operasional, pengecekan (checking) serta tindakan perbaikan (corrective action), serta management review dalam pencapaian perbaikan yang berkelanjutan (continual improvement).Dalam skala internasional SML juga diterapkan dalam sertifikasi usaha perjalanan serta pariwisata (travel and tourism) dunia Green Globe 21.

Posisi Sistem Manajemen Lingkungan

 

  • Manajemen dan Lingkungannya

Setiap organisasi, baik yang yang berskala besar, menengah, maupun kecil semua akan berinteraksi dengan lingkungan dimana organisasi berbeda. Lingkungan organisasi (organizational environment) dapat diartikan sabagai kekuatan – kekuatan  yang memperngaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja organisasi. Penulis lainya membagi lingkungan organisasi menjadi dua bagian, yaitu lingkungan makro (macro environment) dengan lingkungan mikro (mikro enviroment).

Pada bagian ini akan secara khusus mengkaji lingkungan eksternal perusahaan (external enviroment), baik yang sifatnya langsung (direct) maupun yang sifatnya umum (general enviroment) dan lingkungan internal perusahaan (internal envioment). Pada gambar dibawah ini

lingkungan EMS1.) Lingkungan Eksternal Langsung

Lingkungan eksternal langsung merupakan kekuatan-kekuatan yang berada diluar kemampuan atau kendali perusahaan yang berpengaruh secara langsung terhadap kinerja organisasi dan manajemen.

Lingkungan tesebut meliputi; perusahaan, penyedia, penglanggan, lembaga perantara, pesaing, dan masyarakat umum.

  • Perusahaan.

Di dalam organisasi atau perusahaan tentu memiliki bidang-bidang kegiatan atau yang sering kali kita sebut sebagai fungsi-fungsi,  antara lain fungsi keuangan, operasional, pemasaran, sumber daya manusia, penelitian, dan pengembangan, serta akuntansi.

  • Pemasok.

Pemasok ini berfungsi sebagai penyedia fasilitas dan sarana yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Pelanggan atau konsumen memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-berda. Perbedaan itu disebabkan karena mereka memiliki latar belakang budaya, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda-beda.

  • Lembaga Keuangan.

Lembaga ini berperan sebagai penjamin sekaligus penyedia sumber dana keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

  • Pesaing.

Persaingan yang semakin ketat menuntut manajemen untuk memperhatikan para pesaingnya. Manajemen harus waspada dan mengawasi gerak gerik pesaing.

  • Pemerintah.

Peranan pemerintah sangat besar dalam keberhasilan suatu organisasi.Melalui kebijakannya pemerintah sering kali bertindak kurang proposional dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam organisasi.

2)Lingkungan Internal Perusahaan

Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada dalam organisasi itu sendiri dan sifatnya dapat dikontrol oleh manajemen.  Kekuatan-kekuatan yang ada dalam lingkungan internal tersebut meliputi, pekerja, dewan komisaris, dan pemegang saham.

  • Pekerja/karyawan.

Karyawan merupakan salah satu sumber dan sekaligus input yang berharga yang dimilki oleh perusahaan.

  • Dewan Komisaris.

Untuk ukuran organisasi atau perusahaan besar semacam PT, biasanya terdiri dari beberapa bahkan ribuan orang yang terlibat didalamnya.

  • Pemegang Saham.

Para pemegang saham memiliki kepentingan tanggung jawab tertentu pada perusahaan.

3.) Hubungan Lingkungan dalam Organinasi

Dalam model ini Thomson membagi dua dimensi utama yang digunakan yaitu;

  1. Tingkat perubahan, dan
  2. Tingkat homogenitas.

Sementara itu, tingkat homogenitas melihat sejauh mana lingkungan yang diukur dengan skala homogenitas sederhana dan homogenitas kompleks.

Berikut ini adalah beberapa aspek yang harus diidentifikasi dalam kegiatan produksi :

  1. Emisi Udara
  2. Pengolahan Limbah
  3. Penggunaan Bahan Baku dan SDA
  4. Penggunaan Energi
  5. Isu di Masyarakat sekitar Lokasi
  6. Dll

Beberapa Dampak yang ditimbulkan antara lain :

  1. Kebakaran
  2. Tumpahan Limbah di sekitar lokasi
  3. Pencemaran Udara , Air dan Tanah

 

2. Tujuan dan Prinsip Environmental Management System

Pada saat ini hampir 3000 perusahaan di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi ISO, baik untuk penerapan Sistem Manajemen Mutu maupun Sistem Manajemen Lingkungan. Jumlah ini masih sangat sedikit dari potensi jumlah perusahaan (jika dilihat dari skala dan kebutuhannya) yang perlu memiliki Sistem Manajemen. Di masa datang, dalam kondisi ekonomi yang lebih baik akan lebih banyak perusahaan-perusahaan yang berupaya untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan/Mutu, sebagaimana halnya dengan jumlah perusahaan bersertifikat ISO di negara-negara lain yang sudah mencapai belasan ribu. Perkembangan dan potensinya ini tidak terlepas dengan kebutuhan pasar terhadap perlunya standarisasi system manajemen pada kualitas produk (dan jasa) dan kinerja lingkungan perusahaan-perusahaan.

Perkembangan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001 di Indonesia sendiri tidak terlepas dengan semakin populernya Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 pada pertengahan tahun 1990-an dan dorongan berbagai pihak terkait bahwa adopsi SML di Indonesia tidak boleh terlambat sebagaimana terjadi pada SMM. Faktor eksternal lain adalah pengelolaan lingkungan membutuhkan terobosan strategi sebagai pelengkap pendekatan penegakan hukum yang kita tahu sangat lemah di Indonesia. Kedua faktor ini mengarah pada penerapan SML di Indonesia yang cepat (bahkan ketika Standar SML 14001 masih berupa draf pada akhir tahun 1996). Walaupun pertumbuhannya kemudian terhambat dengan datangnya krisis ekonomi pada tahun 1997 hingga sekarang. Selama lima tahun umur penerapan SML di Indonesia, baru kurang lebih 200 perusahaan yang telah mendapatkan sertifikat ISO 14001.

Tujuan secara menyeluruh dari penerapan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001 sebagai standar internasional yaitu untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Manajemen lingkungan mencakup suatu rentang isu yang lengkap meliputi hal-hal yang berkaitan dengan strategi dan kompetisi. Peragaan penerapan yang berhasil dari ISO 14001 dapat digunakan perusahaan untuk menjamin pihak yang berkepentingan bahwa SML yang sesuai tersedia. Penerapan ISO 14001 juga memberikan banyak manfaat bagi perusahaan.

Tujuan utama dari sertifikasi ISO 14001 adalah untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan binatang dalam kondisi terbaik yang paling mememungkinkan. Pengelolaan lingkungan dalam sertifikasi ISO mungkin hanya merupakan satu langkah kecil, namun demikian proses ini akan berkembang dan meningkat sejalan dengan bertambahnya pengalaman, penciptaan, pencatatan, dan pemeliharaan dari sistem yang diperlukan untuk sertifikasi yang diharapakan dapat membantu kondisi lingkungan(Pramudya, 2001).[3]

Namun melihat perkembangan industri dewasa ini, pada tahun 2003 dilakukan revisi terhadap system tersebut dan diluncurkan pada tahun 2004. Standard tersebut untuk selanjutnya disebut ISO 14001:2004.
ISO 14001:2004 dibangun atas dasar elemen – elemen yang menetapkan :

  • Spesifikasi aspect dan dampak lingkungan
  • Prosedur dan instruksi kerja yang akurat
  • Proses yang konsisten
  • Kesesuaian dengan tujuan dan target organisasi dalam meningkatkan kinerja lingkungan
  • Minimasi limbah
  • Keterkaitan dengan peraturan dan perundangan
  • Konsistensi hasil, kejujuran penerapan dan deskripsi produk yang cermat
  • Evaluasi kinerja
  • Kesehatan dan keselamatan pekerja
  • Komunikasi ke pihak – pihak terkait perlindungan lingkungan

ISO 14001:2004 adalah sistem manajemen yang dinamis, dimana dapat diterapkan bersama system manajemen mutu ISO 9001dan dapat disesuaikan dengan dengan perubahan organisasi dan industri, perubahan peraturan / perundangan yang berlaku maupun perubahan ilmu dan teknologi.

 

2.1   Tujuan dan sasaran

Tujuan lingkunganmerupakan tujuan lingkungan secara menyeluruh yang konsisten dengan kebijakan lingkungan yang ditetapkan oleh organisasi untuk dicapai. Sasaran linkunganmerupakan persyaratan kinerja secara rinci yang dapat diterapkan oleh organisasi yang dihasilkan dari tujuan lingkungan dan perlu ditetapkan dan dipenuhi untuk mencapai tujuan tersebut.(ISO 14001: 2004)

  • Menetapkan dan memelihara tujuan dan sasaran yang terdokumentasi pada setiap fungsi dan tingkatan manajemen di perusahaan.
  • Pertimbangan aspek-aspek hukum dan ketentuan-ketentuan hukum lainnya, aspek penting lingkungan, pilihan teknologi dan keuangan, persyaratan bisnis dan operasi, dan pandangan pihak terkait.
  • Konsisten dengan kebijakan lingkungan, termasuk merefleksikan komitmen terhadap pencegahan pencemaran.

 

2.2  Prinsip-prinsip pokok

Produksi Bersih (cleaner production) bertujuan untuk mencegah dan meminimalkan terbentuknya limbah atau bahan pencemar lingkungan diseluruh tahapan produksi. Disamping itu, Produksi Bersih juga melibatkan upaya-upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku bahan penunjang dan energi diseluruh tahapan produksi. Dengan menerapkan konsep produksi bersih diharapkan sumberdaya alam dapat lebih dilindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Prinsip-prinsip pokok dalam strategi produksi bersih dituangkan 5R (Re-think, Re-use, Reduction, Recovery, and Recycle) adalah sebagai berikut:

  • Re-think adalah suatu konsep pemikiran yang harus dimiliki pada saat awal kegiatan akan beroperasi, implikasi dari re-think adalah;
    1. Perubahan dalam pola produksi dan konsumsi berlaku baik pada proses maupun produk yang dihasilkan, sehingga harus dipahami betul analisis daur hidup produk.
    2. Upaya produksi bersih ini tidak dapat berhasil dilaksanakan tanpa adanya perubahan dalam pola pikir, sikap, dan tingkah laku dari semua pihak terkait baik pemerintah, masyarakat maupun kalangan dunia usaha.
  • Reuse atau penggunaan kembali adalah suatu teknologi yang memungkinkan suatu limbah dapat digunakan kembali tanpa mengalami perlakuan fisika/ kimia/ biologi. Implikasi dari reuse adalah penggunaan kembali un-treated water, pemakaian kemasan bahan kimia untuk bahan kimia sejenisnya.
  • Reduction atau pengurangan limbah pada sumbernya adalah teknologi yang dapat mengurangi atau mencegah timbulnya pencemaran diawal produksi. Implikasi dari reduction adalah mengurangi dan meminimalisasi penggunaan bahan baku air dan energi serta menghindari pemakaian bahan baku berbahaya dan beracun serta mereduksi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga mencegah dari atau mengurangi timbulnya masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta resikonya terhadap manusia.
  • Recovery adalah teknologi untuk memuliakan suatu bahan/ energy dari suatu limbah untuk kemudian dikembalikan kedalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika/ kimia/ biologi. Implikasi recovery adalah me-recover khrom pada limbah padat dari industry kulit, merecover timah hitam dari limbah aki bekas, dll.
  • Recycling atau daur ulang adalah teknologi yang berfungsi untuk memanfaatkan limbah dengan memprosesnya kembali ke proses semula yang dapat dicapai melalui perlakuan fisika/ kimia/ biologi. Implikasi recycling adalah daur ulang limbah plastic menjadi bijih plastik, daur ulang air proses, energy, dll.

Prinsip-prinsip diatas, lebih diarahkan pada pengaturan diri sendiri (self regulation) daripada pengaturan secara command and control. Jadi pelaksanaan program produksi bersih ini tidak hanya mengandalkan peraturan pemerintah saja, tetapi lebih didasarkan pada kesadaran untuk merubah sikap dan tingkah laku seluruh stakeholder.

 

3.  Keuntungan Environmental Management System

Masalah lingkungan mempunyai implikasi penting yang terus meningkat bagi perusahaan dan organisasi lainnya, tergantung pada bagaimana reaksi pada perusahaan tersebut. Ternyata perhatian terhadap lingkungan dapat memiliki pengaruh positif dan negatif yang cukup luas pada perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Lingkungan menyodorkan resiko sebanyak peluang yang ada. Perusahaan yang memahami hal ini, secara bertahap mempunyai paling tidak dua alasan utama yaitu untuk menghemat dan memperluas pasar atau mengakses pasar baru. Alasan-alasan lainnya yaitu mengurangi gangguan sosial yang berasal dari keberadaan industri itu sendiri misalnya, mengurasi kebisingan, polusi air, polusi udara, kemacetan, dan social responsibilty. Yang dimaksud dengan social responsibility yaitu perusahaan sebaiknya mengembalikan profit kepada masyarakat (pajak) dan kontribusi kepada masyarakat melalui acara-acara budaya, ilmu pengetahun, seni dan atletik.

Penerapan ISO 14001 juga memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Beberapa manfaat yang penting yaitu meningkatkan kinerja lingkungan, mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar. ISO 14001; 2004 memiliki  banyak manfaat diantaranya:

  • menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
  • meningkatkan kinerja lingkungan
  • memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
  • mengurangi dan  mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
  • dapat  menekan biaya produksi
  • dapat mengurangi kecelakaan kerja
  • dapat memelihara  hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan.
  • memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen  puncak terhadap lingkungan.
  • dapat  mengangkat  citra  perusahaan,
  • meningkatkan  kepercayaan  konsumen  dan
  • memperbesar pangsa pasar.
  • mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
  • dapat meningkatkan motivasi para pekerja.
  • mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan
  • meningkatkan hubungan dengan supplier.
  • langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan

Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan merupakan suatu metode yang sistematis, terstruktur dan terorganisir dalam penerapan Produksi Bersih di industry. Metode ini terbukti sangat efektif dan telah berhasil diterapkan pada beberapa industri menengah dan besar di Indonesia dengan memberikan tiga keuntungan sekaligus dari segi finansial, lingkungan, dan organisasi. Penerapan metode ini juga dapat mendukung program lingkungan di industri seperti 5R, 5S, Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001, Total Cost Reduction dan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) yang dikembangkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kelebihan dari metode ini adalah;[5]

  • Dapat mengindentifikasi inefficiency dari suatu proses produksi pada industri sampai detail dengan memperkenalkan konsep NPO (Non Product Output).
  • Dengan tindakan perbaikan dari segi efisiensi bahan baku, energy, air dan pengurangan limnbah, dapat meningkatkan kinerja lingkungan di industri tsb.
  • Beberapa temuan dalam identifikasi masalah dapat dilakukan perbaikan dari segi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  • Setelah metode ini diperkenalkan ke industri, untuk selanjutnya dapat dilakukan sendiri oleh internal perusahaan (swadaya). Sehingga kedepan program ini dapat berkelanjutan.

Sistem Manajemen Lingkungan merupakan bagian integral dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang terdiri dari satu set pengaturan-pengaturan secara sistematis yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses, serta sumberdaya dalam upaya mewujudkan kebijakan lingkungan yang telah digariskan oleh perusahaan. Sistem manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan performasi lingkungan yang baik, melalui upaya pengendalian dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa. Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan peningkatan performasi lingkungan dari konsumen, serta untuk memenuhi persyaratan peraturan lingkungan hidup dari Pemerintah.

Agar dapat dilaksanakan secara efektif, sistem manajemen lingkungan harus mencakup beberapa unsur utama sebagai berikut :

  1. Kebijakan Lingkungan : pernyataan tentang maksud kegiatan manajemen lingkungan dan prinsip-prinsip yang digunakan untuk mencapainya.
  2. Perencanaan : mencakup identifikasi aspek lingkungan dan persyaratan peraturan lingkungan hidup yang bersesuaian, penentuan tujuan pencapaian dan program pengelolaan lingkungan.
  3. Implementasi : mencakup struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, training, komunikasi, dokumentasi, kontrol dan tanggap darurat.
  4. Pemeriksaan reguler dan Tindakan perbaikan : mencakup pemantauan, pengukuran dan audit.
  5. Kajian manajemen : kajian tentang kesesuaian daan efektivitas sistem untuk mencapai tujuan dan perubahan yang terjadi diluar organisasi (Bratasida, 1996).[6]

Keuntungan penerapan ISO 14001 diantaranya;[7]

  • Penghematan biaya
  • Peningkatan jumlah produksi
  • Peningkatan turnover
  • Peningkatan pangsa pasar
  • Meningkatkan image dan market share
  • Memperbaiki hubungan industri-pemerintah
  • Memuaskan criteria investor dan memperbaiki akses modal
  • Penataan peraturan lingkungan
  • Peningkatan kesadaran karyawan
  • Meningkatkan kinerja karyawan
  • Meningkatkan citra perusahaan
  • Perbaikan lingkungan kerja
  • Memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa organisasi memiliki komitmen untuk menerapkan managemen lingkungan
  • Memelihara hubungan baik dengan masyakat / publik

Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Manajemen Lingkungan merupakan bagian integral dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang terdiri dari satu set pengaturan-pengaturan secara sistematis yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses, serta sumber daya dalam upaya mewujudkan kebijakan lingkungan yang telah digariskan oleh perusahaan. Sistem manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan performasi lingkungan yang baik, melalui upaya pengendalian dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa. Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan peningkatan performasi lingkungan dari konsumen, serta untuk memenuhi persyaratan peraturan lingkungan hidup dari pemerintah.

Kelangsungan Lingkungan adalah salah satu tantangan terbesar yang kita semua hadapi. Berbagai organisasi sekarang ini melaksanakan usaha mereka dalam struktur legal yang semakin kompleks, dimana para pemangku kepentingan semakin banyak menuntut dan berharap banyak akan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Untuk mengoperasikan secara efektif dalam lingkungan ini, berbagai organisasi sekarang harus lebih giat mendemonstrasikan manajemen proaktif mengenai dampak lingkungan akibat kegiatan usaha yang mereka lakukan. Manajemen lingkungan yang efektif memerlukan perpaduan praktek yang bertanggungjawab dalam setiap proses usaha sehari-hari.[8]

 

 

Daftar Pustaka

  1. Dalimunte, Ritha, SE, MSi. 2003. Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen. Universitas Sumatera Utara; Fakultas Ekonomi.

Hasibun, Malayu, Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Jakarta: Bumi Aksara, Cet. 6, 2007

Juniarfan, Priyahita. 2012. Sistem Manajemen Lingkungan. WordPress. Jakarta.

Tanzil, J., Drs. 2011. Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan. Jakarta: CS Online Solution.

Kimberly F. Kodrat. 2001. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. PPS IPB.

Naim, Meuthia. 2006. Sistem Manajemen Lingkungan Menurut ISO 14001. Cisarua: Hotel Graha Dinar.

Hanafi, Mamdu. 1997. Manajemen. Jogjakarta: Akademi manajemen perusahaan YKPN.

Fauziah, Ima. 2006. Sistem Manajemen Lingkungan. Jakarta: Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta.

Hilman, Muti Sophira. 2012. Kajian Manfaat Penerapan ISO 14001 pada 12 Perusahaan. Jakarta Pusat.

Ima, F. 2011. Tujuan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan. http://industri17imafa.blog.mercubuana.ac.id/tag/tujuan-penerapan-sistem-manajemen-lingkungan/. Diakses pada 30 Oktober 2012 pukul 14:45.

Arfan, Priyahitajuni. 2012. Sistem Manajemen Lingkungan. http://priyahitajuniarfan.wordpress.com/2012/02/26/sistem-manajemen-lingkungan/. Diakses pada 30 Oktober 2012 pukul 15:13.

Usman, Husaini, Manajemen Teori Praktik dan Riset Pendidikan,Jakarta Bumi Aksara, Cet.I, 2008.

Siagian, Sondang P, 1979. Peranan staf dalam management. Jakarta: Gunung Agung.

[1] http://dianzou.blogspot.com/2010/11/manajemen-dan-lingkungannya.html

[2] http://www.paradigm-consultant.com/2009/05/05/sistem-manajemen-lingkungan-iso-14001/

[3] http://industri17imafa.blog.mercubuana.ac.id/tag/tujuan-penerapan-sistem-manajemen-lingkungan/

[4] Tanzil, J., Drs. 2011. Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan. Jakarta: CS Online Solution.

[5] Tanzil, J., Drs. 2011. Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan. Jakarta: CS Online Solution.

[6] Kimberly F. Kodrat. 2001. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. PPS IPB.

[7] http://qims-consulting.com/?p=75

[8] http://www.saiglobal.com/assurance/environmental/?ccode=ID

 

Tugas Ekologi Industri

Nama Dosen : A.Malik Firdaus

Faisal Atthariq / 1201174177

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s